Kamis, 19 April 2012

Anadara granosa

DAFTAR ISI

Daftar Isi.................................................................................................................................. 1
BAB I   Pendahuluan............................................................................................................. 2
1.1              Latar Belakang.................................................................................................. 2
1.2              Tujuan............................................................................................................... 2
1.3              Manfaat............................................................................................................. 2
BAB II   Tinjauan Umum....................................................................................................... 3
2.1              Pengertian......................................................................................................... 3
2.2              Klasifikasi Umum............................................................................................. 3
2.3              Habitat Pelecypoda........................................................................................... 4
2.4              Sturuktur Tubuh................................................................................................ 4
2.5              Sistem Organ.................................................................................................... 5
2.6              Daur Hidup....................................................................................................... 5
BAB III  Tinjauan Khusus..................................................................................................... 7
3.1              Klasifikasi......................................................................................................... 7
3.2              Ciri Fisik........................................................................................................... 8
3.3              Pertumbuhan Dan Perkembangan..................................................................... 8
BAB IV ...................................................................................................................................  Pemabahasan        9
BAB V   ................................................................................................................................... 10
4.1              Kesimpulan....................................................................................................... 10
4.2              Daftar Pustaka.................................................................................................. 10


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Pada makalah ini yang bertemakan filum molusca dengan kelas pelecypoda untuk memenuhi tugas mata kuliah zoologi invertebrata yang bertujuan untuk lebih mengerti secara khusus tentang Kerang darah (Anadara granosa) baik manfaat yang diberikan kepada manusia serta peranannya bagi mahkluk hidup lainnya.
1.2  Tujuan
Tujuan dari penulisan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah zoology invertebrata yang serta bertujuan untuk dapat memahami tentang materi yang akan dipresentasikan yaitu fillum molusca dengan kelas bivalvia. Dan lebih spesifiknya lagi mengenai Anadara Granosa atau disebut kerang darah.
1.3  Manfaat

Pada filum molusca dengan kelas pelecypoda tentang  kerang darah (Anadara granosa) yang sangat bermanfaat bagi manusia yaitu berupa bahan makan sebagai sumber vitamin dan nutrisi yang sangat penting bagi tubuh.
Kerang-kerangan banyak bermanfaat dalam kehidupan manusia sejak masa purba. Dagingnya dimakan sebagai sumber protein. Cangkangnya dimanfaatkan sebagai perhiasan, bahan kerajinan tangan, bekal kubur, serta alat pembayaran pada masa lampau. Mutiara dihasilkan oleh beberapa jenis tiram. Pemanfaatan modern juga menjadikan kerang-kerangan sebagai biofilter terhadap polutan.



BAB II
TINJAUAN UMUM
BIVALVIA / PELECYPODA
2.1  Pengertian
Bivalvia adalah kelas dalam moluska yang mencakup semua kerang-kerangan: memiliki sepasang cangkang (nama "bivalvia" berarti dua cangkang). Nama lainnya adalah Lamellibranchia, Pelecypoda, atau bivalva. Ke dalam kelompok ini termasuk berbagai kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas.
2.2  Klasifikasi Umum
Pada kelas pelecypoda dibagi menjadi (6 subkelas ; 10 ordo)
a.       Subkelas paleotaxodonta contoh: nukula,yoldia (ordo nuculoida)
b.      Subkelas cryptodonta contoh: solemya (orda solemyoida)
c.       Subkelas pteriomorpha contoh: arca, anadara, barbatia, glycimeris (ordo arcoida); mytilus, pinna, pinctada, lima, crassostrea (ordo mytiloida)
d.      Subkelas paleoheterodonta contoh: anodonta, contradens, corbicula (ordo unionida); neotrigonia (ordo trogonioda)
e.       Subkelas heterodonta contoh: periglypta, cardium, tridacna, solen, tellina (ordo veneroida); pholas, barnea, teredo (ordo myoida); (ordo hippuritoida)
f.       Subkelas anomalodesmata contoh: poromya, cuspidaria, pandora (ordo pholadomyoida)
Karakteristik Umum
1.      Tubuh pipih, bilarateral, kepala tidak sempurna tanpa mata, faring, rahang, radikula dan tentakel.
2.      Cangkang 2 (Bivalvia), umumnya simetris kiri kanan.
3.      Kaki antero – ventral seperti kapak (Pelecypoda)
4.      Ingsang tipis berlapis – lapis (Lamellibranchiata) 1 atau 2 pasang
5.      Mantel: Lobus kanan dan kiri
6.      Sistem syaraf: ganglion serebra dan pleura
7.      Diesi, larva veliger atau glochidium  
2.3  Habitat Pelecypoda
+ 40000 jenis Kerang yang hidup di laut dan remis yang hidup di air tawar adalah contoh kelas Pelecypoda. Hewan Pelecypoda bisa hidup di air tawar, dasar laut, danau, kolam, atau sungai yang lainnya banyak mengandung zat kapur.
Hewan ini memiliki dua kutub (bi = dua, valve = kutub) yang dihubungkan oleh semacam engsel, sehingga disebut Bivalvia. Kelas ini mempunyai dua cangkok yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkok ini berfungsi untuk melindungi tubuh. Cangkok di bagian dorsal tebal dan di bagian ventral tipis. Kepalanya tidak nampak dan kakinya berotot. Fungsi kaki untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir.
Cangkok ini terdiri dari tiga lapisan,yaitu:
a.       Periostrakum, adalah lapisan terluar dari zat kitin yang berfungsi sebagai pelindung.
Periostrakum merupakan lapisan terluar, dibentuk dari zat kitin yang disebut konkiolin berfungsi sebagai pelindung. Jika basah berwarna biru tua, jika kering berwarna coklat.
2.4  Struktur Tubuh
Jika diamati, cangkangnya terbagi dalam dua belahan yang diikat oleh ligamen sebagai pengikat yang kuat dan elastis. Ligamen ini biasanya selalu terbuka, apabila diganggu, maka akan menutup. Jadi, membuka dan menutupnya cangkang diatur oleh ligamen yang dibantu oleh dua macam otot, yaitu pada bagian anterior dan posterior. Tampak garis konsentris yang sejajar, garis ini disebut sebagai garis pertumbuhan yang menunjukkanmasa pertumbuhan lamban atau tidak ada pertumbuhan. Garis ini berselangseling dengan pita pertumbuhan yang menunjukkan pertumbuhan cepat. Semakin banyak garis dan pita pertumbuhan, maka makin tua umur hewan tersebut. Bagian cangkang yang paling tua biasanya paling tebal, menonjol, letaknya pada bagian persendiaan yang disebut umbo. Pada bagian posterior cangkang ada dua macam celah yang disebut sifon. Celah yang berada di dekat anus dinamakan sifon, berfungsi untuk keluar masuknya air dan zatzat sisa. Sebaliknya sifon masuk terletak di bagian sebelah bawah sifon keluar yang berfungsi untuk masuknya oksigen, air, dan makanan.
Cangkang pelecypoda
Cangkang/rumah Pelecypoda terdiri atas bagian-bagian berikut.
Periostrakum, Periostrakum merupakan lapisan terluar, dibentuk dari zat kitin yang disebut konkiolin berfungsi sebagai pelindung. Jika basah berwarna biru tua, jika kering berwarna coklat.
  1. Prisma, Prisma merupakan lapisan tengah yang tersusun dari kristal kalsit.
  2. Nakre, Nakre disebut sebagai lapisan induk mutiara yang tersusun dari lapisanlapisan tipis paralel dan kalsit (karbonat) yang tampak mengkilat.
  3. Mantel, Mantel terletak di bawah nakreas yang terdiri atas sel-sel nakreas
(yangsekretnya membentuk lapisan nakreas dan membentuk mutiara) jaringan ikat, dan sel-sel epitelium yang bersilia.
2.5  Sistem Organ
Sistem pencernaannya dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Mulut dan anusnya terletak dalam rongga mantel. Sistem ekskresinya menggunakan sepasang nefridium yang berfungsi seperti ginjal. Adapun sistem sarafnya terdiri atas otak, simpul saraf kaki, dan simpul saraf otot. Sistem peredaran darahnya terbuka, jantungnya terdiri atas sebuah bilik dan dua serambi. Respirasinya dengan menggunakan insang.
2.6  Daur Hidup
Hewan ini ada yang bersifat hermaprodit dan kebanyakan hewan ini mempunyai alat kelamin yang terpisah. Pada saat terjadi perkawinan, alat kelamin jantan akan mengeluarkan sperma ke air dan akan masuk dalam tubuh hewan betina. Melalui sifon air masuk, sehingga terjadilah pembuahan. Ovum akan tumbuh dan berkembang yang melekat pada insang dalam ruang mantel, kemudian akan menetas dan keluarlah larva yang disebut glokidium. Larva ini akan keluar dari dalam tubuh hewan betina melalui sifon air keluar, kemudian larva tersebut menempel pada insang atau sirip ikan dan larva tersebut akan dibungkus oleh lendir dari kulit ikan. Larva ini bersifat sebagai parasit kurang lebih selama 3 minggu. Setelah tumbuh dewasa, larva akan melepaskan diri dari insang atau sirip ikan dan akan hidup bebas.


















BAB III
TINJAUAN KHUSUS

3.1  Klasifikasi
Kerajaan     : Animalia
Filum          :
Mollusca
Kelas          :
Bivalvia
Upakelas    :
Pteriomorphia
Ordo           :
Arcoida
Famili         :
Arcidae
Genus         :
Anadara
Spesies       : A. granosa
            Kerang darah termasuk dalam kelas pelecypoda yang didalamnya terdapat sub kelas pterimorpha dengan ordo arcoida.
Kerang darah mempunyai dua buah cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang pada bagian dorsal tebal dan bagian ventral tipis. Cangkang ini terdiri atas 3 lapisan, yaitu;
(1) periostrakum adalah lapisan terluar dari kitin yang berfungsi sebagai pelindung.
(2) lapisan prismatic tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma,
(3) lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel.
            Ciri kerang darah adalah sebagai berikut: mempunyai 2 cangkang yang tebal, elifs dan kedua sisi sama, kurang lebih 20rb, cangkang berwarna putih ditutupi periostrakum yang berwarna kuning kecoklakatan sampai coklat kehitaman. Ukuran dewasa 6-9cm.

3.2  Ciri Fisik
Cangkang memiliki belahan yang sama melekat satu sama lain pada batas cangkang. Rusuk pada kedua belahan cangkangnya sangat kentara. Cangkang berukuran sedikit lebih panjang dibanding tingginya tonjolan (umbone) yang sangat kentara. Setiap belahan Cangkang memiliki 19-23 rusk.
3.3  Pertumbuhan Dan Perkembangan
Dibanding kerang hijau, laju pertumbuhan kerang darah relatif lebih lambat. Laju pertumbuhan 0,098 mm/hari. Untuk tumbuh sepanjang 4-5 mm, kerang darah memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Presentase daging terbesar dimiliki oleh A. granola, yaitu sebesar 24,3%.
Kerang darah memijah sepanjang tahun dengan puncaknya terjadi pada bulan Agustus/September. Hewan ini termasuk hewan berumah dua (diocis). Kematangan gonad terjadi pada saat kerang darah mencapai ukuran panjang 18-2o mm dan berumur kurang dari satu tahun. Adapun pemijahan mulai terjadi pada ukuran 20 mm.



        






BAB IV
PEMBAHASAN
Kerang darah (Anadara granosa) adalah sejenis kerang yang biasa dimakan oleh warga Asia Timur dan Asia Tenggara. Anggota suku Arcidae ini disebut kerang darah karena ia menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya.
Kerang ini menghuni kawasan Indo-Pasifik dan tersebar dari pantai Afrika timur sampai ke Polinesia. Hewan ini gemar memendam dirinya ke dalam pasir atau lumpur dan tinggal di mintakat pasang surut. Dewasanya berukuran 5 sampai 6 cm panjang dan 4 sampai 5 cm lebar.
Budidaya kerang darah sudah dilakukan dan ia memiliki nilai ekonomi yang baik. Meskipun biasanya direbus atau dikukus, kerang ini dapat pula digoreng atau dijadikan satai dan makanan kering ringan. Ada pula yang memakannya mentah.
Seperti kerang pada umumnya, kerang darah merupakan jenis bivalvia yang hidup pada dasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (valve) yang dapat dibuka dan ditutup karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis yang merupakan penghubung kedua valve tersebut.
Puncak cangkang disebut umbo dan merupakan bagian cangkang yang paling tua. Garis-garis melingkar sekitar umbo menunjukan pertumbuhan cangkang. Mantel pada pelecypoda berbentuk jaringan yang tipis dan lebar, menutup seluruh tubuh dan terletak di bawah cangkang. Beberapa kerang ada yang memiliki banyak mata pada tepi mantelnya. Banyak diantaranya mempunyai banyak insang. Umumnya memilikikelamin yang terpisah, tetapi diantaranya ada yang hermaprodit dan dapat berubah kelamin.
Kakinya berbentuk seperti kapak pipih yang dapat dijulurkan keluar. Kaki kerang berfungsi untuk merayap dan menggali lumpur atau pasir. Kerang bernafas dengan dua buah insang dan bagian mantel. Insang ini berbentuk lembaran-lembaran (lamela) yang banyak mengandung batang insang. Antara tubuh dan mantel terdapat rongga mantel yang merupakan jalan keluar masuknya air.

BAB V

4.1  Kesimpulan
Kerang darah (Anadara granosa) adalah sejenis kerang yang biasa dimakan oleh warga Asia Timur dan Asia Tenggara. Anggota suku Arcidae ini disebut kerang darah karena ia menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya.
Kerang ini menghuni kawasan Indo-Pasifik dan tersebar dari pantai Afrika timur sampai ke Polinesia. Hewan ini gemar memendam dirinya ke dalam pasir atau lumpur dan tinggal di mintakat pasang surut. Dewasanya berukuran 5 sampai 6 cm panjang dan 4 sampai 5 cm lebar.
Pertumbuhan Dan Perkembangan
Dibanding kerang hijau, laju pertumbuhan kerang darah relatif lebih lambat. Laju pertumbuhan 0,098 mm/hari. Untuk tumbuh sepanjang 4-5 mm, kerang darah memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Presentase daging terbesar dimiliki oleh A. granola, yaitu sebesar 24,3%.
Kerang darah memijah sepanjang tahun dengan puncaknya terjadi pada bulan Agustus/September. Hewan ini termasuk hewan berumah dua (diocis). Kematangan gonad terjadi pada saat kerang darah mencapai ukuran panjang 18-2o mm dan berumur kurang dari satu tahun. Adapun pemijahan mulai terjadi pada ukuran 20 mm.

4.2  Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar